ARTIKEL

Misteri Keindahan Blue Mosque


Masjid Biru atau Blue Mosque merupakan salah satu warisan budaya dunia yang diakui UNESCO. Keindahan arsitektur dan kemegahan bangunannya, serta sejarah yang begitu menarik saat pembangunannya, membuat masjid terbesar di Istanbul Turki ini salah satu objek wisata yang harus dikunjungi saat Anda traveling ke Turki.

Dalam artikel ini, Annisa akan membeberkan beberapa hal menarik yang perlu Anda ketahui sebelum berkesempatan ke Bluw Mosque ini.

 

1.       CERITA TENTANG PENDIRIANNYA


Blue Mosque didirikan atas permintaan Sultan Ahmed 1 pada tahun 1609-1616. Pada awalnya, Sultan Ahmed ingin mendirikan masjid yang dapat melebihi kehebatan Hagia Sophia buatan Kaisar Byzantine. Pada tahun 1400-an Hagia Sophia adalah gereja sebelum ditaklukkan oleh Dinasti Ottoman dan dijadikan masjid kemudian. Benar, setelah rampung pada tahun 1616 Blue Mosque menjadi masjid yang besar dengan 6 menara.

 

2.       20.000 KERAMIK BIRU


Jika dilihat sekilas dari luar, memang belum terlalu tampak mengapa masjid ini dinamakan Masjid Biru. Jika sudah masuk ke dalamnya, maka Anda akan segera memahaminya. Ya, arsitektur interior masjid ini dipenuhi dengan 20.000 keramik biru yang indah, dibuat oleh pengrajin terbaik dari Iznik.

 

3.       SEJARAH PINTU GERBANG

Di pintu gerbang sebelah barat, ada seutar rantai besar yang digantung di atasnya. Konon, pintu masjid ini hanya boleh dimasuki oleh Sultad Ahmed 1 sambil mengendarai kuda. Saat melewati rantai tersebut, Sultah Ahmed harus menunduk agar tidak terkena rantai. Hal ini menjadi simbol ketundukan Raja terhadap Tuhan.

 

4.       KESALAHPAHAMAN ARSITEK


Di balik keindahan bangunannya, ternyata ada kesalahpahaman yang terjadi antara Sultah Ahmed 1 dengan artsiteknya, Mehmed Aga. Arsitek terbaik pada masanya ini mengira Sultan Ahmed 1 ingin membangun masjid dengan 6 menara. Dalam Bahasa Turki, enam adalah “Alti”. Berbekal pengetahuan inilah sang Arsitek membangun Masjid Biru. Namun, sebenarnya yang diminta Sultan Ahmed 1 adalah masjid empat Menara yang terbuat dari “Altin” atau emas.

Menyadari kesalahpahaman ini, Mehmed Aga sempat berpikir akan dihukum. Namun ternyata Sultah Ahmed 1 justru sangat mencintai desainnya.

Desain arsitektur 6 menara ini sempat menuai pro dan kontra karena menyamai Masjidil Haram di Mekkah. Karena itulah Sultan Ahmed 1 menyumbang untuk pembangunan Menara ke-7 di Masjidil Haram.

 

5.       DETAIL KEINDAHAN


Karpet sutera yang menutup lantai masjid berasal dari tempat pemintalan sutera terbaik dan lampu-lampu minyak yang terbuat dari kristal merupakan produk impor. Keramik yang menghiasi dinding masjid bermotif daun, tulip, mawar, anggur, bunga delima atau motif-motif geometris yang mempesona. Terdapat 260 jendela di dalam masjid ini, sehingga suasana di dalam masjid sangat sejuk. Elemen penting dalam masjid ini adalah mihrab yang terbuat dari marmer yang dipahat dengan hiasan stalaktit. Hal menarik lainnya adalah, dengan desain interiornya yang unik, sepenuh apa pun masjid ini semua orang akan dapat mendengarkan sang Imam.

Video

Rekomendasi

Ulasan